Pelatih Kolombia Jose Pekerman menuduh Inggris memalsukan pelanggaran

Manajer Kolombia Jose Pekerman menuduh Inggris memalsukan pelanggaran dalam kekalahan perempatfinal timnya yang ganas pada The Three Lions pada Selasa. Pertikaian fisik di Moskow lihat 36 pelanggaran, delapan kartu kuning – enam salah satunya dipertunjukkan pada pemain Kolombia – serta beberapa flashpoint serta penghentian waktu Inggris maju ke perempatfinal Piala Dunia pertama mereka semenjak 2006. Inggris maju dengan penalti Harry Kane di menit ke-57 sesudah pemain depan itu digulingkan ke tanah, serta Pekerman menyampaikan sesudah laga pemain Inggris selalu berupaya untuk memaksa ketetapan. “Saya fikir beberapa orang di Inggris atau yang lainnya tidak bisa memandang pemain Kolombia semacam ini. Ini laga yang begitu kompetitif,” kata Pekerman. “Inggris mempunyai senjata besar di hawa. Pemain jatuh ke kotak. Mereka bertabrakan serta jatuh. Ini menyakitkan. Anda mesti coba serta berdiri di sepatu beberapa pemain. Mereka tunduk pada kondisi yang semestinya tidak ada pada sepakbola.

” Pemain mengepung wasit Mark Geiger saat beberapa waktu sesudah Kane divonis di turunkan di kotak oleh pemain tengah Kolombia Carlos Sanchez. “Seseorang pemain berpura-pura lakukan pelanggaran, mereka coba memperoleh wasit untuk pesan pemain lainnya,” kata Pekerman. “Terdapat beberapa kebingungan dengan type permainan ini. Semua kondisi itu memastikan kondisi.” Dia memberikan: “Interupsi ini jelek. Tidak apa-apa, tapi saat ada demikian banyak pelanggaran serta interupsi, itu tidak baik. Kami mesti temukan kesetimbangan yang pas hingga ke-2 team bisa bermain dengan kemauan yang sama. “Kita semestinya bukan sekedar lihat ke Kolombia tapi juga pemain Inggris. Saya fikir di laga selanjutnya Inggris semakin lebih waspada. Hari ini kami ada di ujung penerimaan ini. Telah demikian jelas, sangat jelas.”

Artikel Terkait :  Tampilan baru AC Milan melihat Roma sebagai penghalang dalam upaya untuk mencapai puncak Serie A.

Pekerman memohon pergantian sesudah kekalahan timnya. “Terdapat beberapa kondisi, seperti yang diinginkan, serta kebanyakan orang tahu laga bakal jadi ini serta saya fikir kami mesti coba membela sepakbola,” kata pemain Argentina itu. “Kami mesti lakukan suatu membuat perlindungan sepakbola saat kondisi spesifik muncul. Tidak nyaman mainkan laga ini dengan ketetapan wasit semacam itu. “Saat ada demikian banyak pelanggaran yang tidak dapat berlangsung. Kita mesti temukan langkah untuk menghindarinya.” Tandukan Yerry Mina di penghujung laga membuat laga sebelum Kolombia jatuh 4-3 ke The Three Lions lewat beradu penalti. Penyerang bintang Radamel Falcao menyampaikan timnya mesti memegang kepala mereka tinggi walau hasil yang menyedihkan. “Team bermain dengan daya serta intensitas yang mengagumkan. Kami ketahui Inggris memakai kecepatan beberapa pemainnya dengan begitu baik hingga kami lakukan gagasan selama laga yang berjalan begitu baik.

Kami sukses mengikat dalam 90 menit. Lalu dalam beradu penalti, ini merupakan sepakbola, apapun dapat berlangsung hingga mereka ambil kemenangan. Kami begitu senang dengan apakah yang sudah dikerjakan. “Kita dapat maju juga. Tetapi itu langkah penembakan penalti. “Kita mesti selalu di jalan ini. Berjuang, menguatkan kita menjadi team. Kolombia akan kembali lebih kuat.” Penjaga gawang David Ospina memberikan Kolombia kelebihan awal dalam beradu penalti saat dia selamatkan usaha Jordan Henderson di set ke-3. Akan tetapi, usaha tidak berhasil beruntun dari Mateus Uribe serta Carlos Bacca mengatur panggung untuk Eric Dier untuk menyangkal Amerika Selatan perjalanan ke-2 beruntun ke delapan besar. “Saya bangga dengan team ini untuk apakah yang diperlihatkan di lapangan,” kata Ospina. “Kami susah karena kami akan keluar tapi kami mesti mengawasi kepala kami masih tinggi. Kami tempatkan tiap-tiap ons keringat yang kami punya. Kami mainkan Piala Dunia yang hebat. “Ini merupakan laga yang begitu ketat. Kami patut untuk mengkaitkan permainan serta kami temukan gol diakhir laga. Kami selalu menggerakkan saat waktu penambahan tapi, sayangnya, beradu penalti tidak menguntungkan kami. “Seperti yang disebutkan, beradu penalti merupakan lotere. Saya mujur dapat hentikan tembakan terlebih dulu tapi lalu kita tidak berhasil dua … Berikut langkah kerjanya. Bagaimanapun, saya bangga dengan team ini.”

Artikel Terkait :  Arsenal mengkonfirmasi pengangkatan Unai Emery sebagai manajer baru klub

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Casino | Bandar Bola | Judi Online All Rights Reserved. Frontier Theme